Sekitar 150 peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 HPK, ibu dengan balita, remaja calon pengantin, hingga masyarakat umum terlibat dalam program ini.

Selain edukasi, Asuransi Jasindo juga menyalurkan bantuan pangan bergizi seperti beras, telur, dan biskuit jagung, serta dukungan kemandirian protein berupa 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, Asuransi Jasindo juga memberikan bantuan alat kesehatan seperti timbangan bayi digital, infantometer, hingga stadiometer. Di sisi ketahanan pangan, perusahaan juga mendukung masyarakat melalui bantuan alat pertanian seperti cultivator dan solar dryer.

Utari menambahkan pemilihan Desa Tetaf didasarkan pada tingginya risiko stunting serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” tambah Utari.