KUPANG, KN — Upacara Pembukaan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 berlangsung semarak di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kota Kupan pada Rabu (29/7).
Kegiatan yang menghimpun 685 anggota Pramuka dari 17 Kwartir Cabang se-NTT ini menjadi panggung pembentukan karakter sekaligus penguatan komitmen gerakan anti-narkoba bagi generasi muda.
Acara dibuka langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena yang dihadiri pula oleh Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, jajaran Forkopimda, para Bupati/Wali Kota se-NTT, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT.
Dalam kesempatan tersebut, BNNP NTT menggelar Kampanye Gerakan “ANANDA BERSINAR” (Anak Muda Bersih Narkoba) yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama Pramuka Antinarkoba oleh jajaran pejabat daerah dan peserta perkemahan.
Gubernur NTT menegaskan pentingnya pembentukan karakter anak sejak dini sebagai fondasi utama pembangunan daerah di masa depan.
“Kalau kita ingin mengubah masa depan NTT, mulailah dari karakter anak-anaknya. Bagi saya, Pramuka bukan sekadar seragam cokelat, tenda, atau api unggun. Pramuka adalah tempat lahirnya pemimpin, wirausahawan, inovator, dan anak-anak NTT yang berani bermimpi besar,” tegas Gubernur NTT.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di NTT untuk menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan di tiap tingkatan sekolah demi membentengi remaja dari bahaya narkotika, minuman keras, dan tindakan kekerasan.
“Saya mengajak seluruh bupati, wali kota, hingga kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK untuk kembali menghidupkan Gerakan Pramuka. Kita ingin setiap anak memiliki karakter kuat, menjauhi narkoba, miras, dan kekerasan, serta tumbuh dengan nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma. Mari kita siapkan generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” pungkasnya. (agn)



Tinggalkan Balasan