KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kualitas kesehatan anak di wilayahnya.
Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan kerja sama internasional dan penyerapan praktik baik (best practices) dari luar negeri, salah satunya Pemerintah Australia.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Workshop Review Capaian Program Zero-Dose & Penguatan Implementasi Program Integrasi Kesejahteraan Anak di Kota Kupang, yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis (30/7).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, perwakilan UNICEF, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, jajaran Bappeda, serta para Kepala Puskesmas se-Kota Kupang.
Dalam paparannya, Serena mengungkapkan bahwa sejumlah program prioritas Pemkot Kupang saat ini terinspirasi dari kebijakan publik yang sukses diterapkan di Australia.
Beberapa di antaranya meliputi Program Kesejahteraan Anak Terpadu, pasar akhir pekan SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang), hingga penyediaan pembalut wanita gratis bagi perempuan dan remaja putri dari keluarga prasejahtera.
Gagasan pasar SABOAK, jelas Serena, bermula dari kunjungan kerjanya ke Sydney tahun lalu.
Ia melihat bagaimana aktivitas pasar akhir pekan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan secara masif.
Sementara itu, program pembalut gratis diinisiasi berdasarkan studi literatur dan referensi jurnal internasional yang menunjukkan bahwa Australia telah lebih dahulu menjamin akses sanitasi dasar bagi perempuan.
“Melalui berbagai program yang terinspirasi dari praktik baik di Australia tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat perekonomian lokal, serta memastikan kebutuhan dasar perempuan dan anak perempuan dapat terpenuhi secara lebih baik,” tegas Serena Cosgrova Francis.
Fokus Penanganan Anak Zero-Dose



Tinggalkan Balasan