Sebelumnya, dalam proses pemilihan, Yohanes Sason Helan memperoleh suara terbanyak, yakni 2.330 suara. Sementara itu, kandidat lain, Welem Geri, yang mencalonkan diri sebagai wakil ketua, memperoleh sekitar 1.100 suara.

Meski mendapat suara yang lebih sedikit, dan mendaftar sebagai calon wakil ketua pengurus, Welem Geri justru ditetapkan oleh pengurus untuk menjadi Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari yang baru. Sedangkan Yohanes Sason Helan ditetapkan sebagai Wakil Ketua Pengurus. Jauh dari posisi yang dilamar.

“Sesuai AD/ART, penentuan ketua didasarkan pada suara terbanyak, dan bukan melalui mekanisme voting internal panitia seleksi. Pansel, kata dia, hanya bertugas menyampaikan hasil perolehan suara, sementara keputusan tetap berada di tangan pengurus,” jelasnya.

Proses penetapan pengurus oleh manajemen Kopdit Swasti Sari ini, dinilai sebagai sebuah pengkhianatan terhadap AD/ART lembaga, dan suara anggota sudah memilih calon pengurus.

Selain itu, keputusan pengurus juga telah mengangkangi Surat Keputusan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI, nomor 25 tahun 2026, tentang hasil uji kelayakan dan kepatutan bagi pengurus dan pengawas pada KSP Kopdit Swasti Sari. 

Dalam surat keputusan tersebut, Yohanes Sason Helan telah ditetapkan sebagai Calon Ketua Pengurus yang dinyatakan lulus dalam UKK. Sementara Welem Geri sebagai calon Wakil Ketua Pengurus yang juga dinyatakan lulus dalam UKK. Hasil ini kemudian dikangkangi oleh pengurus dengan menetapkan Welem Geri sebagai Ketua Pengurus.

Yohanes menjelaskan, puncaknya pada RAT KSP Kopdit Swasti Sari yang berlangsung hari Minggu kemarin, agenda pelantikan pengurus tidak dapat dilaksanakan karena komposisi kepengurusan belum disahkan.

“Saya belum menandatangani keputusan tersebut, begitu juga dengan beberapa pengawas. Jadi, saat ini terjadi kekosongan kepengurusan di tubuh KSP Kopdit Swasti Sari,” ungkapnya.

Meski demikian, Yohanes meminta para anggota tetap tenang dan tidak khawatir.
“Lembaga masih dalam kondisi aman dan terkendali. Jangan sampai situasi ini meresahkan anggota, karena aset dan simpanan mereka ada di Swasti Sari,” katanya.