Johni berharap, diskusi tersebut menjadi awal dari dialog yang lebih luas dan berkelanjutan. Ia juga berharap buku tersebut dapat menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi dalam mewujudkan NTT yang sehat, maju, cerdas, dan berkelanjutan.

Sementara itu, editor buku, Dr. Rudi Rohi, menyampaikan bahwa terdapat benang merah dalam buku tersebut, yakni konsep “asa” dan “rasa” yang berkaitan dengan janji-janji politik pasangan Melki Laka Lena dan Johni.

Ia menjelaskan, buku tersebut menjadi semacam proksi atau ruang pertemuan antara negara dan warga negara, yang menggambarkan apa yang dijanjikan, apa yang dikerjakan pemerintah, serta apa yang dirasakan masyarakat.

“Buku ini juga memuat capaian program quick wins dan sejauh mana realisasinya. Ini menjadi catatan bersama bahwa untuk membangun kepemimpinan yang kokoh dibutuhkan fondasi yang kuat,” jelasnya.

Dr. Rudi menambahkan, program-program yang dijalankan dimulai dari kondisi awal yang terbatas. Dalam buku tersebut juga dibahas sejumlah program, termasuk konsep One Village One Product (OVOP), serta rencana kerja ke depan.