“Mahasiswa tidak bersikap sombong ketika telah menguasai ilmu, melainkan saling membantu sesama dan senantiasa berdoa agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah. Adab dulu, baru ilmu,” kata Dr. Fadhil.

Hal ini menjadi pesan utama yang disampaikan dalam sesi ini, sebagai landasan dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Selain pembinaan karakter, kegiatan pengabdian ini juga dilengkapi dengan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan pengenalan sistem Code Blue sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis.

Peserta diberikan pemahaman bahwa henti napas dan henti jantung dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja, sehingga kemampuan dasar dalam penanganan awal sangatlah penting.
Dalam pelatihan tersebut dijelaskan bahwa Code Blue merupakan sistem aktivasi darurat di rumah sakit yang digunakan ketika terjadi henti jantung atau henti napas pada pasien.

Menariknya, aktivasi Code Blue tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi dapat dilakukan oleh seluruh staf, baik medis maupun non-medis, sebagai bagian dari sistem respon terintegrasi lintas profesi.