Kupang, KN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan, kebijakan Presiden Prabowo, dalam mendorong peralihan dari energi fosil menuju energi bersih, merupakan langkah strategis.

Ia menyebut, kebijakan yang ditempuh Presiden Prabowo, merupakan kebijakan strategis, dalam rangka mewujudkan kemandirian dan efisiensi energi nasional.

Karena itu, pemerintah Provinsi NTT menyatakan komitmennya, untuk menindaklanjuti arahan Prabowo, dalam rangka percepatan transisi energi nasional berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Komitmen ini juga dinyatakan dalam misi, dan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 Gigawatt (GW), yang direncanakan akan dibangun di wilayah Sumba Tengah.

“Pemerintah Provinsi NTT siap melaksanakan arahan Presiden untuk mengembangkan energi listrik berbasis EBT di daerah,” kata Melki Laka Lena, saat menerima kunjungan GM PLN UIW NTT, Selasa (24/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Melki menyatakan, pihaknya terus mendorong percepatan langkah-langkah konkret, guna memastikan implementasi kebijakan tersebut, berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melki juga membahas secara komprehensif, pemetaan potensi energi terbarukan di NTT, baik yang telah berjalan, sedang dilaksanakan, maupun yang akan dikembangkan ke depan.

Pembahasan potensi EBT ini, tidak hanya dilakukan oleh Pemprov NTT dan PLN, tapi juga melibatkan perguruan tinggi, khususnya Universitas Nusa Cendana Kupang.

“Hasil pemetaan ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan daerah serta pengembangan sektor ketenagalistrikan berbasis EBT, sekaligus diintegrasikan dalam sistem pendidikan sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi,” ungkap Melki.

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyampaikan, agenda kemandirian energi nasional merupakan momentum strategis, untuk memperkuat sistem kelistrikan serta mengoptimalkan pemanfaatan EBT di wilayah NTT.

“PLN memandang ini sebagai peluang, untuk memperkuat sistem kelistrikan dan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan di NTT,” ujarnya.

Ke depan, PLN akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah Provinsi NTT, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan melalui pemetaan potensi, pengkajian proyek yang telah berjalan, serta penyusunan rencana pengembangan yang terukur dan berkelanjutan.

“Kita juga akan menyiapkan sejumlah lokasi prioritas, sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan energi berbasis EBT, yang dapat direplikasi di berbagai wilayah di NTT,” pungkasnya. (ocp/ab)