Kepala Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar, menambahkan, “Calon pekerja akan memiliki rekening di Bank NTT dan diarahkan untuk menabung secara rutin sehingga pendapatan mereka bisa produktif, tidak hanya konsumtif.”
Dalam program ini, CPMI menjalani pelatihan bahasa dan budaya Jepang melalui ACE Indonesia, serta pelatihan tenaga kesehatan di LPK Musubu.
Pelatihan ini menyiapkan peserta secara profesional, termasuk kegiatan seperti origami, simulasi budaya, dan kunjungan dari perusahaan Jepang. Seleksi dilakukan di Transnaker Nagekeo, sebelum calon pekerja diberangkatkan dari Denpasar.
Selain aspek teknis dan finansial, program ini menekankan literasi keuangan. Bank NTT memberikan pendampingan agar CPMI mampu mengelola pendapatan secara bijak, termasuk pembayaran cicilan kredit dan menabung untuk modal usaha setelah kembali ke kampung halaman.
Dukungan penuh datang dari DPRD Nagekeo.
Ketua Komisi I DPRD, Lukas Mbulang, mengatakan program ini penting untuk memastikan CPMI mengikuti jalur legal dan memahami prosedur resmi.





Tinggalkan Balasan