Ia menambahkan, PSMTI bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Karena itu, dirinya mengajak seluruh warga Tionghoa di Kota Kupang untuk bersatu dan bergabung dalam organisasi tersebut.
“Saya percaya dalam persatuan ini kami bisa lebih berguna, terutama dalam hal berbagi kasih dengan sesama,” ujarnya.
Dedy menegaskan, program bantuan sosial akan tetap menjadi prioritas, seperti kegiatan donor darah, pembagian sembako, serta berbagai aksi sosial lainnya. Program tersebut juga melanjutkan inisiatif dari kepengurusan sebelumnya, termasuk program bedah rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai gebrakan awal kepemimpinannya, PSMTI Kota Kupang akan menggelar Festival Lampion di Jalan El Tari, Kota Kupang, pada 6–8 Maret 2026. Festival tersebut akan dimeriahkan dengan pertunjukan tarian, hiburan musik, serta melibatkan sekitar 70 hingga 80 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang periode 2022–2026, Fransisco Bessi, mengatakan masa jabatannya telah berakhir pada Februari 2026. Setelah masa jabatan berakhir, ia bersama pengurus melakukan pertemuan dengan Ketua PSMTI NTT, Engky Liyanto, untuk membahas kepemimpinan baru di tingkat kota.



Tinggalkan Balasan