Daerah  

PLN Gandeng Pos Kupang Luncurkan Film Dokumenter Matahari Dalam Tanah

PLN Gandeng Pos Kupang Luncurkan Film Dokumenter Matahari Dalam Tanah. (Foto: Roy)

Kupang, KN – PLN UPT Nusra 3 menggandeng Pos Kupang dan Tribuneo meluncurkan film dokumenter berjudul “Matahari Dalam Tanah”. Film ini mengangkat potret visual tentang energi panas bumi (geothermal) serta dilema masyarakat yang terdampak pengembangannya.

Peluncuran film tersebut digelar di Palacio Grand Ballroom Aston Kupang Hotel & Convention Center pada Minggu (1/3/2026).

Dokumenter ini menggambarkan realitas pengembangan geothermal dengan menelusuri kehidupan masyarakat di wilayah Ulumbu, Mataloko, dan Atadei. Film tersebut merekam harapan, kekhawatiran, serta pandangan warga terhadap masa depan energi bersih di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion DB Putra, dalam sambutannya menegaskan bahwa film dokumenter ini menjadi ruang dengar bagi masyarakat NTT.

“Film dokumenter ini adalah ruang dengar, bukan untuk pemerintahan maupun perusahaan terkait, tetapi ruang untuk suara rakyat kecil demi masa depan mereka,” ujarnya.

Menurut Dion, keterlibatan Pos Kupang dalam produksi film tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan PLN UPT Nusra 3 sebagai media edukasi kepada masyarakat.

“Kehadiran Pos Kupang dalam produksi film ini adalah ruang untuk suara masyarakat kecil, karena media harus menjadi panggung sekaligus solusi atas persoalan mereka,” tambahnya.

BACA JUGA:  Gabriel Jegabun Ciptakan Robot Komodo dari Barang Bekas, Wabup Mabar Beri Apresiasi

Ia menjelaskan, film yang diproduksi bersama timnya itu menjadi refleksi atas kenyataan di lapangan terkait pengembangan geothermal, termasuk berbagai kekhawatiran yang dirasakan masyarakat.

Dion menilai energi bersih merupakan kebutuhan masa depan masyarakat NTT. Melalui film ini, ia berharap publik mendapatkan pemahaman yang lebih utuh mengenai panas bumi sehingga tumbuh kepercayaan saat PLN hadir di tengah masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya tentang hasilnya, tetapi bagaimana kita menghargai tanggung jawab atas apa yang kita bangun,” tegasnya.

Sementara itu, Executive Producer film “Matahari Dalam Tanah”, Yanto Bisilisin, berharap film ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Ia menekankan pentingnya edukasi mengenai geothermal agar masyarakat dapat memahami manfaat energi bersih bagi masa depan NTT.

“Edukasi kepada masyarakat terkait geothermal sangat penting, sehingga energi bersih ini bisa menjadi masa depan yang baik bagi NTT,” pungkasnya. (roy/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS