Di sisi lain, angka kemiskinan di NTT juga menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data per September 2025, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 17,50 persen atau sekitar 1.031.690 orang.
Angka ini turun 1,52 persen poin dibandingkan September 2024 yang berada di angka 19,02 persen.
Menurut Melki, penurunan tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan mulai memberikan dampak positif. Hal itu didukung oleh penguatan bantuan sosial, perbaikan harga komoditas, meningkatnya aktivitas ekonomi desa, serta stabilitas inflasi pangan.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan masih besar. Lebih dari satu juta warga NTT masih hidup dalam keterbatasan ekonomi.
“Kita tidak boleh berpuas diri. Penanganan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Harus melalui integrasi kebijakan lintas sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan tata kelola dengan pendekatan yang lebih presisi dan berbasis data keluarga sasaran,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, berkomitmen memastikan pertumbuhan ekonomi berujung pada penurunan kemiskinan dan peningkatan martabat masyarakat di Bumi Flobamora.





Tinggalkan Balasan