Sebagai masyarakat Kabupaten Alor, Lomboan menyayangkan peristiwa tersebut karena dinilai mencoreng moralitas dan keteladanan seorang kepala daerah. Ia menyinggung kondisi Bupati Alor yang sebelumnya dikabarkan sakit dan didoakan oleh masyarakat.
“Besok hari Minggu orang pergi ke gereja. Kalau perilaku pimpinan seperti ini, apa yang mau dicontohkan? Informasi yang beredar selama ini masyarakat mendoakan Bupati karena sakit, tapi kalau benar kejadian ini, tentu sangat disesalkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Lomboan juga menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang anak muda yang mengantarkan Bupati ke rumah perempuan tersebut. Ia menilai peristiwa ini sangat memalukan dan dapat berdampak buruk terhadap citra pemerintahan daerah.
“Ini kepala daerah, bukan masyarakat biasa. Kalau benar, ini perbuatan tercela. Saya harap DPRD Kabupaten Alor dapat mengawasi dan menindaklanjuti persoalan ini, bahkan bila perlu menggunakan hak angket,” tegasnya.
Awak media juga mendatangi Polres Alor pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pihak terlihat berada di dalam ruangan untuk memberikan keterangan.



Tinggalkan Balasan