Bersama dengan Dr. Umbu Rudi Kabunang, hadir juga istri tercinta Ny. Wiwiek Umbu Kabunang, yang juga menyumbangkan sebuah lagu merdu, dalam bahasa Manggarai.
Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutannya mengungkapkan, adanya kasus anak-anak NTT yang terpapar paham ekstremisme melalui gawai.
Ia menyebut, keluarga dan komunitas harus memperkuat peran perlindungan sosial terhadap anak, untuk melindungi anak dari paham ekstremisme.
“Tantangan terbesar hari ini ada di handphone kita. Melalui teknologi ini, anak-anak bisa direkrut ke dalam kelompok ekstrem. Data terakhir, ada empat anak NTT yang terpapar paham terorisme, lintas agama, dan ini terjadi tanpa disadari orang tua,” kata Melki.
Menurut Gubernur, dunia saat ini “tidak sedang baik-baik saja” sehingga diperlukan kewaspadaan bersama. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan benteng terakhir dalam menjaga anak-anak, selain sekolah dan komunitas sosial.
“Kalau keluarga rapuh, maka kita akan terlambat menyadari ketika anak-anak sudah masuk ke dalam pengaruh yang berbahaya,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan