“Kalau keluarga rapuh, maka kita akan terlambat menyadari ketika anak-anak sudah masuk ke dalam pengaruh yang berbahaya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga dikukuhkan sebagai Penasihat Kehormatan Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang. Ia menyatakan bahwa meskipun Manggarai Raya telah terbagi secara administratif menjadi tiga kabupaten, ikatan budaya dan sosial tetap tidak terpisahkan.
“Manggarai Raya adalah satu hikayat keluarga besar. Walaupun sudah terpisah secara wilayah administrasi, ikatan persaudaraan tetap satu,” tegasnya.
Melki menyampaikan ucapan selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh keluarga besar Manggarai Raya di Kota Kupang.
Ia menekankan bahwa perayaan Natal tidak sekadar ritual keagamaan, tetapi momentum memperbarui hati, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya luhur.
Ia menyebut budaya duduk bersama, bermusyawarah, dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sebagai kekuatan utama masyarakat Manggarai.
“Orang Manggarai dikenal berani bekerja keras dan punya solidaritas tinggi. Nilai ini harus terus hidup di mana pun kita berada,” katanya.
Selain isu sosial dan budaya, Gubernur menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem dan pendidikan yang masih menjadi tantangan di Manggarai Raya dan NTT secara umum.
Ia mengakui Manggarai sejak lama dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik, namun tantangan global dan perkembangan teknologi menuntut adaptasi yang lebih cepat.
Dalam konteks pembangunan, Melki menilai demokrasi politik di Indonesia berkembang lebih cepat dibanding demokrasi ekonomi. Akibatnya, terjadi pemusatan kekayaan dan akses ekonomi pada kelompok tertentu.
“Demokrasi politik kita jalan cepat, tapi demokrasi ekonomi tidak mengimbangi. Produksi dan distribusi ekonomi belum merata. Ini yang terus kami dorong agar ekonomi rakyat tumbuh,” tegasnya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program, antara lain One Village One Product, One Community One Product, serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.







Tinggalkan Balasan