Daerah  

Menhan Sjafrie: UNTAS di Tangan Generasi Muda, Masa Depan Lebih Terjamin

Penyerahan pataka UNTAS dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin kepada Ketua UNTAS Fernando Soares. (Foto: Dok. Istimewa)

Kupang, KN – Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (22/1) siang, bertempat di Harper Hotel Kupang, hadir dan menyerahkan panji organisasi Uni Timor Aswa’in (UNTAS) kepada Fernando Jose Osorio Soares. Selanjutnya Fernando akan memimpin organisasi UNTAS untuk lima tahun kedepan (2025-2030).

Menhan Sjafrie dalam sambutannya, menyatakan syukurnya atas kepemimpinan di organisasi tersebut. “Kita bersyukur bahwa UNTAS sekarang dipegang oleh generasi muda (Fernando Soares-Red). Karena generasi muda adalah sokoguru bagi masa depan bangsa. Kita terus memberi kesempatan agar generasi muda Timor Timur bisa berada di depan untuk membangun bangsa. Apakah sipil atau militer,”tegas Menhan Sjafrie menambahkan, dia langsung menjawab akan datang ke Kupang ketika dikunjungi Fernando Soares di Kantornya.

“Saya langsung jawab bahwa saya siap hadir di UNTAS ketika Pak Fernando datang. Karena kita punya huhungan historis. Yang penting bagi UNTAS, kita tidak perlu lihat lagi di belakang. Kita lihat di depan. Setia pada merah putih dan cinta NKRI,”seru Sjafrie lagi.

Point-point itu perlu ditegaskannya kepada warga UNTAS karena mereka adalah warga negara yang disiplin terhadap aturan.

Sementara kepada teman-teman seperjuangannya sewaktu di Timor Timur dulu, sepeti Sera Malik, Akitu dan sejumlah pejuangn lainnya yang hadir di Harper saat itu, dia menitip haralan agar melalui UNTAS, semua harus berjuang bersama.

BACA JUGA:  BWS NT II Siapkan Anggaran Rp100 Miliar Ganti Rugi Lahan Milik Warga di Sekitar Bendungan Lambo

“Kita harus menunjukkan bahwa kita punya negara yang kaya, sumberdayanya dikelola dengan teratur, terukur, dan kembalinya untuk kesejahtetaan rakyat. Saya hanya mau pesan kepada UNTAS, tolong bentuk generasi muda UNTAS yang baik. Kita butuh generasi muda yang setia pada bangsa. Karena kultur Timor Timur itu militan,”ujarnya lagi.

Kepada Fernando Soarees dia minta untuk membuktikan bahwa UNTAS mampu memberi kontribusi terhadap sejarah kebangsaan. Dan ini adalah tantangan kepada pemimpin muda UNTAS.

“Untas tolong jaga perdamaian. perdamaian itu sangat indah bagi bangsa Indonesia. Walau di belakang Pak Fernando itu para senior, tapi ini is keluarga besar kita. harus kuat. Tetap rela berkorban. Itu pesan saya semoga kehadiran UNTAS memperkuat benteng Pancasila dan UUD 45,” tegasnya menambahkan, dia hanya ingin menitipkan bahwa hubungan emosional dia dengan teman seperjuangan itu tetap terjaga. Dan hubungan emosional itu hanya untuk NKRI. “Semoga dengan terbentuknya UNTAS kita semua bisa jadi bangsa yang kuat, bangsa yang punya kemampuan dan bangsa yang punya semangat Indonesia maju.” (boy/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS