“Saya menilai kondisi museum saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan masa lalu. Koleksi yang ditampilkan semakin beragam dan tertata dengan baik, bahkan sebagian telah didigitalisasi sehingga dapat diakses dalam bentuk visual digital oleh pengunjung,” jelasnya.

Meski demikian, ia juga memberikan sejumlah catatan agar penyajian data dan informasi di museum dapat terus ditingkatkan demi kepentingan masyarakat luas.

“Tempat ini sangat tepat untuk mengingat kembali perjalanan masa lalu kita di NTT, dari semua suku dan daerah. Museum ini menjadi modal penting bagi anak-anak kita untuk mengenal NTT secara lebih utuh,” ujarnya.

Eks Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menambahkan, melalui museum ini generasi muda dapat mempelajari berbagai aspek kehidupan masyarakat NTT, mulai dari budaya bahari, pertanian, etnografi, hingga tenun dan kain tradisional.

Gubernur NTT juga menaruh perhatian pada koleksi tulang paus biru yang diperoleh pada tahun 1972. Ia menyebut, paus biru sebagai salah satu satwa laut yang menjadi daya tarik utama pariwisata kelas dunia.