Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menegaskan, dengan kerja sama ini, maka NTT akan mengirim middle skill workers, bukan low skill workers. Ia menjelaskan, selama ini anak-anak NTT, untuk pergi bekerja ke luar negeri, mendapatkan pinjaman dari salah satu bank di Bali, dengan bunga yang sangat mahal.
“Kami akan membiayai pekerja migran ini dengan bunga yang sangat murah. 30 persen lebih murah dari yang sekarang mereka bayar,” ujarnya.
Charlie juga berjanji, pihaknya akan bekerja sama dengan salah satu Bank di Jakarta, agar pengiriman uang atau remitance bisa lancar sampai ke rekening PMI yang ada di NTT, untuk membantu keluarga mereka.
“Moga-moga ke depan, kerja sama ini terus dikembangkan dengan lembaga lain. Tapi harus lembaga yang terpercaya, dijamin, dan ikut prosedur. Kalau yang liar kita tidak biayai,” jelasnya.
Wakil Pimpinan LPK Musubu, Yofani Maria RR Francis Yuki menjelaskan, LPK Musubu bergerak di sektor nakes.
“Kami memberikan akses kepada mereka, dengan mempersiapkan kompetensi mereka melalui LPK Musubu, supaya kami bisa mengontrol mereka melalui perekrutan sampai penempatan,” ujarnya.



Tinggalkan Balasan