Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang memiliki program bedah rumah yang dapat dimanfaatkan bagi warga terdampak. Dari 19 kepala keluarga yang menjadi korban, rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat dan harus dibangun kembali akan diupayakan masuk dalam program tersebut.

“Untuk saat ini, kami datang membawa bantuan yang sangat dibutuhkan pada kesempatan pertama, seperti sembako, selimut, terpal, dan bantuan lainnya. Tahun ini kita juga punya program bedah rumah. Jika ada rumah warga yang terdampak bencana ini dan harus dibangun kembali, maka akan kita bantu melalui program tersebut,” jelasnya.

Kehadiran Wali Kota Kupang di tengah warga membawa ketenangan tersendiri. Yopel Misa, warga RT 13 RW 04 Kelurahan Manutapen, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas gerak cepat pemerintah kota. Menurutnya, kehadiran pemimpin di saat sulit menjadi obat penenang bagi warga yang tengah dilanda duka.

“Saya salah satu korban angin puting beliung. Dua rumah saya roboh. Kejadiannya bikin kami sangat takut, tapi kehadiran bapak Wali hari ini sudah bikin kami tenang. Terima kasih banyak untuk Pak Wali dan jajaran yang sudah datang melihat kami,” ungkap Yopel.

Hal serupa juga disampaikan Agustinus Bulu Kalli, warga RT 14 Kelurahan Manutapen. Seluruh atap rumahnya diterbangkan angin kencang, memaksanya bersama keluarga tidur tanpa pelindung. Ia mengaku peristiwa tersebut membangkitkan kembali trauma bencana Seroja yang pernah melanda NTT.

“Saya kaget sekali, atap rumah terlepas semua. Anginnya sangat menakutkan. Kami enam orang di dalam rumah hanya bisa menangis. Kejadiannya tidak lama, tapi saya pikir ini Seroja kedua. Setelah pagi baru saya tahu tidak terlalu banyak rumah yang kena,” kisah Agustinus.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. “Terima kasih bapak Wali. Bantuan ini sangat membantu kami yang sedang susah. Kami doakan bapak Wali tetap sehat dan kuat melayani warga Kota Kupang,” tuturnya.