“Kami melihat peran pemerintah sebagai fasilitator pembuka akses, sementara Bank NTT hadir untuk menyediakan pembiayaan yang cepat dan aman. Kami siap mendukung peternak maupun pengepul ayam di Lembata,” ujar Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, Egberth E.D. Balukh.
Dalam skema yang ditawarkan, Bank NTT menyalurkan Kredit Mikro PoPeLa bagi peternak dengan plafon hingga Rp10 juta per orang. Sementara bagi pengepul atau off-taker, disiapkan pembiayaan dengan plafon antara Rp50 juta hingga Rp100 juta. Bank NTT juga mendorong penyusunan rencana kerja dan jadwal pelaksanaan yang jelas agar proses pencairan dapat berlangsung lebih cepat.
Bupati Lembata menegaskan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi empat unsur utama, yakni pemerintah daerah sebagai fasilitator dan pendamping teknis, Bank NTT sebagai penyedia modal, peternak sebagai pelaku produksi, serta SPBG dan pengepul sebagai penjamin pasar. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan daging ayam di Kota Lewoleba serta meningkatkan kemandirian peternak.



Tinggalkan Balasan