Wali Kota juga mengungkapkan bahwa pemerintah memahami betul perjuangan hidup masyarakat penerima manfaat. Banyak di antara mereka yang sebelumnya tinggal di rumah dengan atap bocor, lantai tanah, bahkan terdampak banjir.

“Perjuangan hidup itu tidak mudah, tetapi hari ini harapan tidak hanya tinggal dalam doa. Harapan itu hadir nyata di tengah-tengah kita,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dr. Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk tetap memprioritaskan bantuan rumah meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi.

Ia mengungkapkan, pemerintah memilih melakukan penghematan besar, termasuk memangkas perjalanan dinas dan tidak membeli mobil dinas baru, demi memastikan program rumah rakyat tetap berjalan.

“Satu mobil dinas bisa menghabiskan sekitar Rp800 juta. Kami memilih berkorban supaya bantuan seperti ini tidak hilang. Bantuan rumah tidak boleh kurang satu rupiah pun,” tegasnya.

Setiap unit rumah, lanjut Wali Kota, dibangun dengan anggaran Rp80 juta, namun kualitasnya jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia memastikan rumah-rumah tersebut dibangun dengan material dan hasil yang layak, aman, dan manusiawi.