“Kami ingin memastikan setiap putra-putri NTT punya kesempatan yang sama, berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan kedekatan,” tegasnya.

Di sisi lain, Anggota DPRD NTT, Yohanis Rumat, menyampaikan kritik keras terkait struktur pegawai Bank NTT yang dinilai terlalu gemuk. Ia menilai banyak pegawai masuk karena rekomendasi politik atau keluarga pejabat.

“Pegawai terlalu banyak karena ada mantan anggota DPRD, anak pejabat, atau titipan dari bupati, wali kota, hingga gubernur,” ungkap Rumat.

Menurutnya, jika pola lama ini terus dipertahankan, Bank NTT berpotensi mengalami kerugian serius.

“Kalau ini diteruskan, cepat atau lambat bank ini akan hancur. Uang hilang tanpa jejak karena beban gaji pegawai terlalu besar,” tegasnya.

DPRD mendesak manajemen baru melakukan rasionalisasi pegawai, uji kompetensi ketat menghentikan rekrutmen titipan.

“Kami akan terus awasi. Tidak boleh uang rakyat dihabiskan untuk kelompok tertentu, terutama anak, keponakan, atau keluarga pejabat,” pungkas Rumat. (*/ab)