“Apalagi sekarang menterinya berasal dari Golkar, dan Bapak Presiden sudah punya komitmen untuk membekali calon PMI dengan pendidikan vokasional,” ujarnya.

Sarmuji berharap fasilitas vokasional juga dapat dibangun di NTT untuk mendukung peningkatan kompetensi calon PMI asal daerah tersebut.

“Mudah-mudahan ada vokasional yang ditempatkan di NTT, agar pekerja migran yang diberangkatkan adalah pekerja terlatih. Ini sekaligus untuk mencegah pengiriman pekerja melalui jalur ilegal,” kata Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu.

Ia menegaskan bahwa dengan keberadaan pusat vokasional dan migran center, kasus PMI ilegal dapat ditekan secara signifikan.

“Tidak boleh ada lagi yang ilegal. Karena kalau ilegal, perlindungan hukumnya susah. Dengan legalitas, insyaallah warga negara bisa mendapatkan perlindungan dengan baik,” tandasnya. (*/ab)