Ia menyebut, dirinya telah berdiskusi bersama para pengurus DPD I dan DPD II. Mereka bersepakat mengusulkan Alain Niti Susanto sebagai penerus kepemimpinan Partai Golkar NTT.

“Tapi semua tetap melalui mekanisme organisasi yang baik, agar Golkar ke depan berjalan lebih solid,” tegasnya.

Melki, yang juga menjabat sebagai Gubernur NTT periode 2025–2030 ini menilai, pola kepemimpinan Golkar ke depan harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi, dan kebutuhan politik daerah.

Karena itu, figur berlatar belakang pengusaha seperti Alain dinilai tepat untuk memperkuat sektor ekonomi NTT.

Dalam sambutannya, Melki juga menyoroti persoalan ekonomi NTT, khususnya defisit perdagangan daerah yang mencapai Rp51 triliun.

“Kita menjual keluar daerah sekitar Rp8 triliun, tetapi membeli dari luar mencapai Rp59 triliun. Bahkan pinang yang kita konsumsi, Rp1 triliun itu kita beli dari luar NTT,” jelasnya.

Melki menegaskan, angka defisit tersebut bahkan lebih besar dari total APBD seluruh pemerintah daerah se-NTT yang hanya sekitar Rp33 hingga 34 triliun.