Pada kesempatan tersebut, Kepala Divisi Kredit, Komersial, dan Menengah Bank NTT, Soleman Bisilisin, memaparkan capaian pembiayaan FLPP yang telah dijalankan Bank NTT. Sejak 2016, Bank NTT telah membiayai 2.042 debitur dengan total pembiayaan sekitar Rp201 miliar. “Tahun ini target kami 300 unit rumah, dan hingga kini sudah terealisasi 247 unit. Masih ada 53 unit yang kami harapkan tersalurkan sebelum akhir tahun,” ungkapnya.
Bank NTT bekerja sama dengan 16 pengembang, terdiri atas 10 developer di Kota dan Kabupaten Kupang serta enam lainnya di Flores dan Rote. Soleman menambahkan, untuk memudahkan ASN, pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui pemotongan gaji. “Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga investasi jangka panjang yang nilai asetnya terus meningkat,” ujarnya.
Direktur Operasi Pengerahan BP Tapera, Budi Santoso, mengatakan bahwa sosialisasi ini menjadi ruang penting untuk menjaring aspirasi dari daerah. “Kami ingin memastikan regulasi ke depan benar-benar berpihak pada masyarakat, termasuk ASN di NTT,” kata Budi.



Tinggalkan Balasan