“Anak-anak kita punya kemampuan setara nasional. Tapi bila pengetahuan tentang aturan tidak didistribusikan dengan baik, kita bisa kalah karena hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Sepulang dari sini, tolong teruskan pengetahuan ini kepada rekan-rekan di daerah masing-masing,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan, bahwa peningkatan kapasitas dapat dilakukan hanya dengan belajar melalui internet.

“Ada yang bilang cukup belajar di YouTube. Itu pernyataan yang konyol. Untuk tampil baik di level publik, kemampuan harus disertai aturan dan keabsahan,” katanya.

Meserasi optimistis, bila semangat pembinaan terus dijaga, NTT berpeluang menjadi juara umum pencak silat pada PON 2028 yang direncanakan berlangsung di NTT.

“Untuk juara umum kita butuh delapan medali emas. Dari tanding kita bisa maksimal lima, dan ditambah dari nomor seni tiga emas, itu sangat mungkin dicapai,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan menyampaikan, bahwa upgrading ini bertujuan menyesuaikan SDM pelatih, wasit, dan juri dengan perubahan aturan terbaru pencak silat.