Setiap DPD AMPI Kabupaten/Kota diminta mengembangkan program One Community One Product (OCOP), yang dapat terhubung dengan NTT Mart serta ekosistem ekonomi di daerah.

Terkait konsolidasi organisasi, Melki menegaskan pentingnya pembenahan struktur hingga ke 22 Kabupaten/Kota. Ia menekankan,perlunya evaluasi jika dalam satu tahun kepengurusan tidak menunjukkan pergerakan signifikan.

AMPI juga didorong membuka ruang lebih luas bagi anak muda berusia di bawah 30 tahun, termasuk pelajar SMA dan mahasiswa, agar organisasi ini menjadi tempat pembelajaran dan pembentukan karakter generasi baru NTT.

Dalam arahannya, ia berharap Musda IX tidak hanya melahirkan pengurus baru, tetapi juga menghasilkan agenda kerja yang lebih responsif terhadap kebutuhan pemuda dan perkembangan daerah.

Termasuk mendukung program strategis pemerintah seperti penguatan ekonomi kreatif, sekolah rakyat, dan pemberdayaan komunitas lokal.

“AMPI harus hidup, bergerak, dan hadir sebagai kekuatan muda yang membangun NTT. Mari kita perkuat semangat kolaborasi dan pengabdian untuk daerah yang kita cintai,” pungkasnya. (*)