Christian juga mengingatkan pentingnya memandang budaya sebagai tanggung jawab lintas generasi.
“Budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Kita harus jaga baik-baik karena mereka kelak akan menagih kembali budaya autentik yang kita miliki,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi atau kemajuan teknologi, tetapi juga dari kemampuan menjaga sejarah, melestarikan budaya asli, merawat lingkungan, dan menyediakan pendidikan yang inklusif.
“Itulah esensi membangun sebuah kota. Dan keluarga Tanof telah membantu kita menjaga akar sejarah Kota Kupang,” tambah Christian sambil memberikan apresiasi kepada keluarga besar Tanof yang hadir.
Salah satu warga, Ina Kase, turut menyampaikan rasa syukur dan dukungannya atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan situs sejarah dan penyusunan arsip budaya dalam bentuk buku.
“Apa yang disampaikan Wali Kota Kupang sejalan dengan apa yang kami warga harapkan. Betul itu yang kami mau,” ujarnya kepada koranntt.com di sela-sela acara.



Tinggalkan Balasan