Kupang, KN – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Timur (PWNU NTT), Abdul Muis, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Kupang, yang selalu bersinergi dengan NU dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Sinergi ini timbul sebagai kerja sama dan dukungan timbal balik di bidang keagamaan, sosial dan ekonomi masyarakat. Program Pemerintah Kota Kupang yang dinahkodai oleh Walikota dr. Christian Widodo dan Wakil Walikota Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc di bidang keagamaan berfokus pada dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah, penyaluran bantuan sosial, dan pembinaan kerukunan umat beragama. 

Abdul Muis menilai, Wali Kota dan jajarannya, secara aktif membangun sinergi dan kolaborasi dengan lembaga dan tokoh-tokoh agama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan dan kerukunan antar umat beragama bersama-sama.

“Kita memberi apresiasi kepada pemerintah Kota Kupang yang selalu bersinergi dengan NU dan GP Ansor khususnya dalam menjaga suasana keamanan, kenyamanan, dan keberagaman di Kota Kupang,” ujar Abdul kepada Koranntt.com di sela-sela acara Inaugurasi PW GP Ansor NTT untuk masa khidmat 2025-2029, di Aula El Tari, Selasa (25/11/2025).

Abdul menegaskan, pentingnya terus menjaga sinergi antara pemerintah Kota Kupang, GP Ansor Kota Kupang, dan NU Kota Kupang. “Seringkali kita melakukan komunikasi dan sinergi, tentang hal-hal yang sifatnya urgen,” ujarnya.

Abdul menjelaskan, GP Ansor juga akan ada di seluruh Kabupaten/Kota di NTT. Selain ada di tingkat wilayah yang mencakup domain administrasi provinsi. Ada juga di tingkat cabang yang menyentuh tataran kabupaten kota di seluruh NTT, termasuk di Kota Kupang.

“Amanat keagamaan dan kebangsaan NU menjadi pegangan dalam kerja PWNU NTT. PWNU NTT menunjukkan komitmennya untuk turut serta mengawal dan menjaga toleransi, yang selama ini terpelihara di bumi Flobamorata,” tegasnya.

Ia melanjutkan, kehadiran NU di tingkat wilayah, cabang dan ranting serta melalui badan dan lembaga, yang terafiliasi di dalamnya, bertujuan untuk memberikan manfaat secara inklusif bagi kemaslahatan umat dan kesejahteraan bangsa.

“Kita kerapkali diskusi dalam forum lintas agama. Teman-teman di kelompok agama sudah menganggap GP Ansor dan Banser bukan milik NU atau kalangan muslim saja. Tapi sudah menjadi milik keluarga besar kebersamaan NTT,” jelas Abdul Muis, perihal hubungan yang terjadi antar umat lintas agama di NTT.

Abdul mengimbau, agar seluruh pihak yang bersangkutan tetap menjaga semangat kerukunan dan melihat perbedaan sebagai potensi persatuan bangsa. “Keberagaman NTT dan toleransinya menjadi kekuatan kita bersama dalam membina hidup yang lebih baik secara sosial, ekonomi dan budaya,” tutupnya. (AGN/ADV)