Abdul menegaskan, pentingnya terus menjaga sinergi antara pemerintah Kota Kupang, GP Ansor Kota Kupang, dan NU Kota Kupang. “Seringkali kita melakukan komunikasi dan sinergi, tentang hal-hal yang sifatnya urgen,” ujarnya.

Abdul menjelaskan, GP Ansor juga akan ada di seluruh Kabupaten/Kota di NTT. Selain ada di tingkat wilayah yang mencakup domain administrasi provinsi. Ada juga di tingkat cabang yang menyentuh tataran kabupaten kota di seluruh NTT, termasuk di Kota Kupang.

“Amanat keagamaan dan kebangsaan NU menjadi pegangan dalam kerja PWNU NTT. PWNU NTT menunjukkan komitmennya untuk turut serta mengawal dan menjaga toleransi, yang selama ini terpelihara di bumi Flobamorata,” tegasnya.

Ia melanjutkan, kehadiran NU di tingkat wilayah, cabang dan ranting serta melalui badan dan lembaga, yang terafiliasi di dalamnya, bertujuan untuk memberikan manfaat secara inklusif bagi kemaslahatan umat dan kesejahteraan bangsa.

“Kita kerapkali diskusi dalam forum lintas agama. Teman-teman di kelompok agama sudah menganggap GP Ansor dan Banser bukan milik NU atau kalangan muslim saja. Tapi sudah menjadi milik keluarga besar kebersamaan NTT,” jelas Abdul Muis, perihal hubungan yang terjadi antar umat lintas agama di NTT.