“Kita kerapkali diskusi dalam forum lintas agama. Teman-teman di kelompok agama sudah menganggap GP Ansor dan Banser bukan milik NU atau kalangan muslim saja. Tapi sudah menjadi milik keluarga besar kebersamaan NTT,” jelas Abdul Muis, perihal hubungan yang terjadi antar umat lintas agama di NTT.

Abdul mengimbau, agar seluruh pihak yang bersangkutan tetap menjaga semangat kerukunan dan melihat perbedaan sebagai potensi persatuan bangsa. “Keberagaman NTT dan toleransinya menjadi kekuatan kita bersama dalam membina hidup yang lebih baik secara sosial, ekonomi dan budaya,” tutupnya. (AGN/ADV)