Pembangunan yang inklusif, kata Ibrahim, membutuhkan kerja sama lintas elemen, termasuk organisasi keagamaan dan kepemudaan.
“Karena kita berada dalam rumah induk Kota Kupang, tentu kita menjadi bagian dari satu koridor yang dipimpin oleh Wali Kota Kupang. GP Ansor akan terus membangun koordinasi dan komunikasi dengan beliau,” tambah Ibrahim.
Ia menegaskan bahwa selain fokus pada bidang keagamaan, GP Ansor NTT juga bergerak dalam penguatan ekonomi, sosial, dan ketahanan pangan masyarakat. Untuk itu, pihaknya siap menjalankan program yang relevan dan sejalan dengan kebijakan Pemkot Kupang.
“Kita pasti membutuhkan perizinan dalam menjalankan program-program organisasi. Kolaborasi tentu sangat mungkin terbangun, sehingga penting bagi kami untuk selaras dengan program Pemkot Kupang. GP Ansor tentu akan mendukung program-program Pemkot,” ujarnya.
Di bawah kepengurusan baru, GP Ansor NTT membawa spirit gerakan yang menekankan perawatan harmoni sosial, budaya, dan keagamaan, serta mendorong kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.



Tinggalkan Balasan