Sebagai langkah keberlanjutan, PLN bersama Yayasan Papha dan Pemerintah Desa akan menggelar pelatihan pengelolaan air minum desa yang mencakup manajemen keuangan, operasional, serta perawatan jaringan, dengan pendampingan dari PDAM. Program ini diharapkan menjadi pijakan menuju pengelolaan mandiri oleh BUMDes atau Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAM).

Paul menambahkan, keberhasilan di Desa Nubahaeraka membuka pintu permintaan serupa dari desa-desa lain di sekitar kawasan PLTP Atadei. Berdasarkan arahan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, perluasan jaringan air bersih direncanakan untuk menjangkau lima desa yang selama ini masih terkendala pasokan air, yaitu Nuba Atalojo, Atakore, Lewogroma, Lerek, dan Lusilame.

Pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap melalui sinergi PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat, termasuk penyelesaian pembebasan lahan di titik-titik strategis.

Kepala Desa Nubahaeraka, Vinsensius Nuba Ladjar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan kepada masyarakat. “Terima kasih kepada PLN dan Yayasan Papha yang telah memperhatikan kebutuhan masyarakat yang selama ini sangat diharapkan,” ujarnya.