Bagi Charlie, perubahan adalah napas hidup. “Kalau statis, kita akan kehilangan kemampuan bersaing. Kalau tidak memperbaiki diri sendiri, kita tak bisa memperbaiki perusahaan,” tuturnya dalam sebuah wawancara dengan Investor.id.

Kini, panggilan itu membawanya pulang ke NTT. “Dari dulu banyak teman bilang, ayo pulang bangun NTT lewat Bank NTT. Sekarang waktunya. Saya ingin membantu rakyat lewat lembaga ini,” ujarnya.

Dengan visi baru dan semangat kolaboratif, Charlie Paulus memikul misi besar: menjadikan Bank NTT sebagai bank daerah pelopor inklusi keuangan dan penggerak ekonomi produktif di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Sekarang porsi kredit konsumsi kita tinggi sekali, sementara kredit komersial masih rendah. Kami akan dorong kredit produktif agar ekonomi daerah tumbuh lebih kuat,” ujar Charlie usai RUPS di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.

Ia menegaskan komitmennya membawa Bank NTT menuju arah baru, bank daerah yang tak hanya sehat dan menguntungkan, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat.