Santi berharap, festival budaya dan berbagai event dapat sering dilakukan oleh pemerintah maupun pihak di luar pemerintah, dapat mendorong perkembangan para pelaku UMKM dalam mendistribusikan produknya.

“Mudah-mudahan event ini sering dilakukan, terutama kalau ada seperti hari ulang tahun Kota Kupang, atau festival-festival budaya antar kecamatan atau antar kelurahan,” harapnya.

Lurah Kelurahan Penfui, Fransisko Dugis menyampaikan, pagelaran budaya ini direncanakan secara inklusif berdasarkan nilai budaya yang menyentuh berbagai aspek hidup masyarakat. Salah satu konteks budaya yang diperhatikan adalah aspek ekonomi.

“Festival ini mengupayakan pengalaman ekonomi warga yang berbasis komunitas lokal dapat hidup. Hal ini dilaksanakan, sesuai program kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam memberdayakan budaya dan UMKM Kota Kupang,” jelas Fransisko kepada Koranntt.com di lokasi Festival Budaya Kelurahan Penfui, Selasa (18/11/2025) malam.

Festival budaya yang menjadi program Pemkot Kupang ini, dirasakan punya dampak yang berarti, karena tidak hanya mengejar dagangan para pelaku bisa laku, tetapi lebih jauh daripada itu, potensi konsumen dan semangat kolektif dalam komunitas usaha lokal bisa tumbuh bersama-sama. (AGN/ADV)