Kelurahan Penfui mengusung budaya etnis Malaka dalam festival ini. Salah satu budaya Timor ini menjadi opsi perayaan budaya tahun ini karena warga Penfui merasa dekat dengan tradisi, pakaian, tarian dan nilai kultural tersebut.
Namun, festival ini juga terbuka bagi warga yang ingin menampilkan budaya lokal yang lain. “Kita mengusung budaya etnis Malaka di tahun ini. Namun bagi masyarakat yang ingin tampil dengan nuansa budaya yang lain tidak menjadi masalah karena memang kita memang beraneka ragam. Dalam festival di tahun-tahun mendatang, kita akan mengusung budaya dari etnis-etnis yang lain juga,” terang Fransisko.
Fransisko menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Penfui dan berbagai pihak yang juga turut bergerak aktif dalam kegiatan ini. Festival budaya ini menjadi bagian dari program budaya lestari Pemerintah Kota Kupang.
Program ini bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya serta memajukan pariwisata Kota Kupang. Terdapat 51 kelurahan di Kota Kupang yang menyelenggarakan pagelaran budaya dengan tema umum Cintai Budaya Lokal. Kelurahan Penfui menjadi yang ke-39 menggelar festival budaya ini.
Warga menyambut baik kedatangan Asisten II Kota Kupang, Ignasius Lega sebagai bentuk kehadiran Pemerintah Kota Kupang di tengah masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi dalam program kolektif masyarakat terus hadir di Kota Kupang, agar wajah Kota Kasih dapat berkembang dalam merawat kebersamaan dan rasa saling memiliki,” pungkas Maria, salah satu warga Penfui. (AGN/ADV)







Tinggalkan Balasan