“Kita gotong royong dan berkomitmen bersama berbagai pihak untuk menggelar acara ini. Dengan begitu acara ini diharapkan dapat mencapai tujuannya secara optimal untuk memupuk solidaritas, mengeratkan kolaborasi bersama dan mendorong ekonomi warga,” jelas Fransisko perihal kerja sama lintas sektor dalam festival budaya yang dilakukan di kelurahannya.
Keberlangsungan program yang diusung oleh Pemerintah Kota Kupang ini ditentukan pula oleh inisiatif dan partisipasi warga di tingkat kelurahan. Fransisko berharap, warganya dapat mempertahankan dan meningkatkan semangat solidaritas untuk kegiatan kelurahan ke depannya.
Kelurahan Penfui mengusung budaya etnis Malaka dalam festival ini. Salah satu budaya Timor ini menjadi opsi perayaan budaya tahun ini karena warga Penfui merasa dekat dengan tradisi, pakaian, tarian dan nilai kultural tersebut.
Namun, festival ini juga terbuka bagi warga yang ingin menampilkan budaya lokal yang lain. “Kita mengusung budaya etnis Malaka di tahun ini. Namun bagi masyarakat yang ingin tampil dengan nuansa budaya yang lain tidak menjadi masalah karena memang kita memang beraneka ragam. Dalam festival di tahun-tahun mendatang, kita akan mengusung budaya dari etnis-etnis yang lain juga,” terang Fransisko.



Tinggalkan Balasan