“Wali Kota dr. Christian Widodo selalu mengatakan, kalau mau jalan cepat, jalan sendiri-sendiri: tapi kalau mau jalan jauh kita jalan sama-sama,” tegasnya.
Eks PLH Sekda Kota Kupang ini menegaskan, Festival Budaya selain untuk unjuk penampilan di atas panggung, tapi lebih daripada itu untuk menjaga budaya, lingkungan dan kebersamaan yang kuat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini,” tandasnya.
Ketua Panitia, Romanus Bolli menyampaikan, Event Budaya Kelurahan Penfui ini dilatarbelakangi oleh program Pemkot Kupang, yang ingin kehidupan di Kota Kupang meriah dengan konteks hidup budaya lokal.
Ia menjelaskan, NTT memiliki kekayaan budaya yang terdiri dari bahasa, pakaian dan tradisi. Ciri khas dan budaya yang kaya ini terancam punah, jika tidak ada upaya pelestarian yang serius.
“Penting melestarikan budaya lokal kita sebagai upaya menjaga identitas kita sekaligus memupuk solidaritas warga di era digital ini. Tujuan diselenggarakan kegiatan ini meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan warga. Selain itu, acara ini juga dapat mendorong UMKM warga di Kelurahan Penfui,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan