Bantuan sumur bor merupakan bentuk pelayanan bersama, atas support semua dan dia berharap agar sumur bor ini menjadi saksi kolaborasi pelayanan kepada umat yang membutuhkan.

“Saya juga berterimakasih kepada Pak Herry Susanto yang melaksanakan pengeboran, dan sebagai National President, saya akan berusaha semampu saya untuk membantu MCK dan air bersih,”tegas Dalie yang terkesima dengan kesaksian Pater Paulus Dwiyaminarta CSSR dan suster Bernadete dari Kolin, Sumba Barat Daya. Dalam kesaksian mereka, masih banyak umat yang mereka layani, yang minim akses air bersih. Ini berakibat pada adanya busung lapas, stunting, cacingan dan berbagai pandemi lainnya. Bahkan dalam kesaksian mereka, ada anak-anak yang ketika muntaah, keluar cacing melalui muntahnya. Lalu mereka bergumul, dan Tuhan mengirim Herry Susanto, seorang pemimpin perusahaan pengeboran (salah satunya di Freeport) dan juga organisasi kemanusiaan. Herry lalu mengutus timnya dan menolong pengeboran hingga instalasi.

“Di daerah kami, sudah delapan kali dibor namun tidak dapat air. Lalu saya sampaikan ke pastor paroki kami dan beliau katakan, kita berdoa dan menanti orang yang bermurah hati. Dan benar, Tuhan mengirim Pak Herry. Dua minggu setelah itu beliau telfon saya, saya kaget dan saya tanya, hrganya berapa karena kami memang tidak ada uang. Beliau murni pelayanan, dan puji Tuhaan, tidak lama bor, airnya dapat, sekarang kami menikmatinya,”ujar Suster Bernadete yang pelayanan mereka mencakup PAUD, TK maupun klinik non BPJS.