Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya merawat kekayaan budaya kawasan Pasifik. “Tradisi yang penuh warna, ritme lautan yang menjadi jembatan koneksi, itulah energi Nusa Tenggara Timur yang bisa kita ilhami untuk kehidupan yang tidak hanya indah tapi juga berkelanjutan,” ujarnya.

Pertunjukan drone dari Pemerintah Kota Kupang pada malam itu menjadi yang pertama dan terbesar di Kota Kupang bahkan di Provinsi NTT. Masyarakat yang memadati area Pantai Lasiana bersorak kagum ketika formasi drone membentuk tulisan dan simbol ikonik Kota Kupang serta NTT.

Antusiasme masyarakat terlihat dari riuh tepuk tangan yang mengiringi tiap perubahan formasi cahaya—momen yang disebut banyak warga sebagai pengalaman visual terbaik yang pernah mereka saksikan di Kupang.

Setelah drone show, malam budaya ditutup dengan penampilan grup legendaris Black Brothers (BSB), simbol harmoni dan semangat Melanesia yang kental di kawasan Pasifik.

Melalui kegiatan ini, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menunjukkan visi besarnya untuk membawa Kota Kupang menjadi kota yang kreatif, modern, dan adaptif terhadap perkembangan global, tanpa meninggalkan akar budaya lokal.