Menurutnya, posisi Kota Kupang sebagai tuan rumah menjadi peluang besar bagi peningkatan ekonomi lokal. Aktivitas masyarakat dan dunia usaha di berbagai sektor ikut bergerak, seiring dengan meningkatnya kunjungan peserta dan delegasi dari luar negeri.
“Hotel-hotel jadi ramai, restoran penuh, dan produk lokal seperti suvenir semakin diminati. Ini mendukung usaha di berbagai lini,” tambahnya.
IPACS 2025 juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya NTT, di panggung internasional. Ragam seni, kearifan lokal, serta kekayaan alam nusantara menjadi bagian penting dari peradaban Pasifik yang kini disorot dunia.
Wali Kota Christian menekankan bahwa, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Kupang yang inklusif, dan berkarakter budaya, dengan mengutamakan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia internasional.
Keterlibatan seniman lokal, komunitas budaya, dan pelaku UMKM menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen mengangkat potensi lokal ke level global. Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan ini.



Tinggalkan Balasan