Selain fokus pada pemberdayaan perempuan, Bank NTT juga menargetkan pertumbuhan laba signifikan pada tahun depan.

“Kami menargetkan laba sekitar Rp260 miliar pada tahun depan, naik hampir 28% dari estimasi tahun ini,” kata Charlie optimistis.

Charlie mengungkapkan bahwa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meminta Bank NTT untuk memperkuat portofolio pinjaman di sektor komersial dan UMKM.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara Bank NTT dan pemerintah daerah (Pemda).

“Saya sudah komitmen dengan semua bupati, kami akan identifikasi industri atau produk unggulan di setiap daerah. Misalnya produk olahan, kerajinan, atau hasil pertanian yang bisa dikembangkan. Bank NTT akan hadir membantu pembiayaan dan pendampingannya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Charlie juga bercerita tentang alasan pribadinya kembali ke NTT setelah berkarier di Jakarta.

“Saya orang Maumere, tapi lama tinggal di Jakarta dan bekerja di dunia perbankan. Saat anak-anak sudah besar, saya merasa ini saatnya menggunakan pengalaman saya untuk membantu masyarakat NTT. Hidup ini ada waktunya untuk bekerja bagi orang banyak,” ungkapnya.