Kupang, KN – Warga Kelurahan Bello, menggelar Festival Budaya Multietnis NTT pada Minggu (9/11/2025) pukul 17.00 WITA di Lapangan Nunhala RT 006 RW 004 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Acara ini buah dari program budaya lestari pemerintah Kota Kupang. Kegiatan ini diikhtiarkan untuk pelestarian nilai, tradisi dan budaya lokal. Acara ini juga merekatkan jalinan sosial dan partisipasi warga serta mengembangkan kreativitas generasi muda di tingkat kelurahan.

Kegiatan ini bentuk dukungan warga atas program pembangunan berbasis pemberdayaan komunitas, yang selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis.

Lurah Kelurahan Bello Robinson Emlimasir Benga Serlona, menjelaskan, latar belakang pagelaran budaya ini, adalah menggiatkan eksistensi suku bangsa yang heterogen, hidup dan bermukim di seluruh wilayah Indonesia.

“Khusus di Kota Kupang ada begitu banyak etnis dan suku bangsa dengan segala tradisi, kebiasaan dan pakaian adatnya,” ujarnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, kesadaran akan budaya lokal dirasa sudah mulai pudar. “Generasi sekarang ini sudah mulai lupa terhadap budaya, tradisi, kebiasaan dan nilai norma tradisional itu,” ujar Robinson.

Robinson menyampaikan rasa syukurnya karena pemerintah bisa melihat persoalan budaya menjadi program yang bermakna.

“Paling tidak kita bangkitkan kembali kepercayaan anak-anak muda sekarang tentang latar belakang budayanya. Jadi jangan karena perkembangan zaman kita sudah terbawa dengan kemajuan sekarang lalu melupakan dari mana kita berasal,” jelasnya.

Pemerintah kelurahan Bello dan warga telah berkoordinasi sejak beberapa bulan lalu, dalam mempersiapkan pagelaran ini. Karang Taruna Moinfe’u di Kelurahan Bello mengambil peran sentral, dalam pagelaran budaya ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Kupang dan Pemerintah Kelurahan Bello.

Ketua Karang Taruna Monfe’u di Kelurahan Bello, Yopi Kefi mengatakan, tujuan kunci diselenggarakannya kegiatan ini adalah membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal. 

Pihaknya ingin berkontribusi menghadirkan ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda, dalam menjaga eksistensi identitas budaya daerah yang autentik.

Robinson menceritakan pada awalnya karang taruna mengadakan rapat internal di antara anak muda, lalu melakukan rapat koordinasi dengan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) yang terdiri dari RT, RW, LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) di lingkung Kelurahan Bello.

“Di situ terbangun komitmen melaksanakan festival budaya ini. Lantas dilakukan koordinasi lintas sektor dengan pihak Pemerintah Kota Kupang, warga keseluruhan dan UMKM,” jelasnya.

Selain LKK, pihak gereja di wilayah Kelurahan Bello digerakkan untuk terlibat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Karang Taruna merangkul semua elemen termasuk lembaga agama di Kelurahan Bello.

Kegiatan ini akan berlangsung dari Minggu (9/11/2025) hingga Senin (10/11/2025). Diagendakan, akan ada pentas tarian tradisional bersama budaya. “Mula-mula rencananya hanya satu tarian dari etnis Timor Kupang, tapi Kemudian karena Kelurahan Bello ini sudah majemuk jadi dirancang agar semua etnis bisa terlibat dalam kegiatan. Lalu capai lah kesepakatan pentasnya multietnis. Jadi ada semua dari Sabu, Rote, Timor, Ende, Manggara. Semua ikut mendaftar dan pentas nanti,” ujar Robinson.

Di samping kegiatan budaya, pagelaran ini juga memberdayakan masyarakat yang memiliki usaha di industri event. Hal ihwaal seputar peralatan seperti tenda, kursi, lampu, soundsystem, diambil dari usaha milik warga.

Lapangan Nunhala sebagai venue kegiatan juga bukanlah fasilitas umum. Lapangan ini adalah tanah warga yang belum dimanfaatkan. “Dikarenakan kondisinya juga datar bagus jadi setiap ada kegiatan kelurahan tempatnya di sini. Kita koordinasi dan minta izin ke pemilik lahan,” jelas Robinson.

Walaupun ini program pemerintah, tapi tidak serta merta bersifat top-down. Dalam pelaksanaannya, keberlangsungan program ini ditentukan pula oleh kerja inisiatif dan partisipasi warga.

Di lapak UMKM, tersedia beberapa usaha diantaranya dari pihak Pemerintah Kelurahan Bello sendiri yang menjual beraneka kudapan. Begitupun usaha milik warga yang menjual kuliner tradisional.

Selain itu ada pula lapak Danastra Micro financing sebagai produk dari FIFGROUP  yang menyediakan solusi pinjaman dana tunai, modal kerja, dan pembiayaan multiguna.

Robinson mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam melancarkan kegiatan ini. “Pada prinsipnya, setiap kita sampaikan, langsung ada sambutan baik dari masyarakat,” pungkasnya. (AGN/ADV)