Kupang, KN – Di tengah semarak Festival Sepe 2025 yang digelar di Taman Nostalgia, Sabtu (1/11/2025) malam, suasana terasa lebih bermakna bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Kota Kupang.

Bukan hanya karena ramainya pengunjung dan geliat ekonomi yang terasa, tetapi juga karena hadirnya dukungan nyata dari PT Taspen yang menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), senilai Rp75 juta untuk mendukung Program Chris-Serena.

Dana tersebut diberikan untuk membantu pelaku UMKM yang tergabung dalam kegiatan Saboak, yang diinisiasi Pemerintah Kota Kupang, dengan tujuan menggerakkan ekonomi masyarakat, melalui kegiatan Sabtu-Minggu di Taman Nostalgia. Rencananya, dana CSR tersebut akan digunakan untuk membuat booth bagi UMKM SABOAK.

Dukungan ini menjadi bentuk kolaborasi, antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi lokal. CSR PT. Taspen adalah wujud nyata, kolaborasi sektor publik dan swasta, dalam mendorong inovasi pembangunan Kota Kupang, yang digaungkan dalam visi dan misi Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francies.

Branch Manager PT. Taspen Kupang Peter Larensius Samosir menyampaikan, penyerahan CSR merupakan bentuk dukungan PT. Taspen terhadap program pembangunan ekonomi yang diusung oleh pemerintah Kota Kupang. Selain CRS untuk SABOAK, PT. Taspen juga akan menyalurkan CSR untuk pembangunan Sunset Cinema dan bedah rumah.

Branch Manager PT. Taspen Kupang, Peter Laurensius Samosir. (Foto: RKK/Koranntt.com)

“Dengan adanya program CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT. Taspen ini, kami memberikan dukungan yang nyata, tidak hanya bagi peserta kami saja, tetapi juga untuk masyarakat umum untuk  meningkatkan kemandirian ataupun menggerakkan perekonomian khususnya di Kota Kupang,” ungkap Samosir kepada awak media.

Dikatakannya, PT. Taspen merasa bangga bisa terlibat dan berkontribusi dalam menggerakan ekonomi masyarakat lewat even SABOAK. 

“Semoga ke depan, program SABOAK ini semakin luas, dan memberikan peluang-peluang baru untuk bisa dimanfaatkan oleh pemeritah Kota Kupang, maupun masyarakat supaya bisa menggerakan atau membangun Kota Kupang secara bersama-sama,” terangnya.

Samosir menambahkan, total program CRS yang di-support ke pemerintah Kota Kupang adalah senilai Rp75 juta. “Total CSR yang di-support ke pemerintah kota sebesar Rp75 juta,” tandasnya.

Ke depan, lanjutnya, PT. Taspen juga akan menyalurkan bantuan CSR berupa Sunset Cinema dan bedah rumah. Dukungan PT. Taspen ini, dalam rangka membantu menyukseskan program pemerintah Kota Kupang, di bawah kepemimpinan dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francies.

Sunset Cinema dan bedah rumah masih dalam proses. Kami masih berkoordinasi dengan pemerintah Kota Kupang. Harusnya tahun ini, kami sudah serahkan,” tutupnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francies mengatakan, bahwa SABOAK adalah salah satu wujud visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Sudah 18 minggu program Saboak berjalan, dan omzet yang dihasilkan itu sudah mencapai Rp4 miliar. Ini merupakan salah satu pencapaian pemerintah yang kami lihat trennya positif,” kata Serena.

Ia mengaku saat ini, banyak CSR dari sejunlah perusahaan yang mengontak pemerintah Kota Kupang untuk bergabung ke dalam kegiatan SABOAK.

Pelaku UMKM SABOAK masih berjualan menggunakan meja seadanya. Bantuan Booth dinilai akan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM. (Foto: RKK/Koranntt.com)

Namun, pemerintah juga akan mengarahkan, agar CSR-CSR tersebut bisa digunakan untuk pengembangan dan pemanfaatan kegiatan-kegiatan lain seperti olahraga, dan tidak hanya fokus pada satu kegiatan saja.

Untuk diketahui, setiap hari Sabtu dan Minggu, terdapat 100 UMKM yang dilibatkan dalam kegiatan SABOAK. Pelibatan UMKM ini diatur dengan baik, dan secara teknis jadwalnya diatur oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang.

SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) adalah salah satu inovasi cerdas dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama dengan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francies, dalam menggerakan ekonomi masyarakat, dengan mengoptimalkan Taman Nostalgia untuk pemberdayaan pelaku UMKM lokal Kota Kupang.

Mama Leba, Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang setiap Sabtu dan Minggu berjualan di SABOAK, menyambut positif bantuan dari PT. Taspen.

Ia mengaku, sumbangan booth sangat diperlukan oleh pelaku UMKM di Taman Nostalgia.

“Dengar-dengarnya ada bantuan booth. Kalau ada begitu, maka lebih bagus lagi,” kata Mama Leba yang berjualan pisang goreng coklat, ala kadarnya menggunakan sebuah meja kecil.

Mama Leba, Pelaku UMKM SABOAK yang ditemui media ini, Minggu 2 November 2025. (Foto: RKK/Koranntt.com)

Mama Leba menambahkan, sumbangan booth juga akan sangat berarti bagi pelaku UMKM, mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan. “Apalagi ini musim hujan. Kami sangat terbantu, kalau ada booth untuk UMKM,” tandasnya. (RKK/ADV)