“Sebetulnya kita ingin agar semua kecamatan dapat tapi karena keterbatasan anggaran, kita cukupkan di dua kecamatan saja di Sabu Raijua ini,” ujarnya.
“Kabupaten Sabu Raijua termasuk satu dari delapan kabupaten yang terima program ini. Kita maunya semua 22 kabupaten/kota dapat tapi karena anggaran kita tidak cukup maka untuk sementara masih di delapan kabupaten,” sambungnya.
Ia berharap, agar Pasar Murah Bersubsidi bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan terhadap inflasi daerah tahun 2025 ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zeth Sony Libing mengatakan, kegiatan Pasar Murah Bersubsidi ini diinisiasi oleh Pemprov NTT dalam rangka menekan laju inflasi, kemiskinan ekstrem, dan stunting di wilayah provinsi kepulauan ini.
“Ini tentu dalam rangka mengatasi inflasi, kemiskinan ekstrem dan stunting di NTT maka Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur adakan pasar murah bersubsidi bagi delapan kabupaten di NTT, Sabu Raijua salah satunya,” ujar Sony Libing.



Tinggalkan Balasan