“SUTT ini diproyeksikan mampu mengurangi risiko penurunan tegangan (drop voltage), meningkatkan stabilitas, serta kualitas pasokan listrik. Jaringan ini juga siap melayani kebutuhan listrik bagi 28.622 pelanggan di Sekotong, termasuk sektor pariwisata, UMKM, dan rumah tangga yang terus berkembang. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut,” ujar Yogi.

Ia menambahkan, dengan beroperasinya SUTT ini nantinya, PLN berpotensi menekan Energy Not Served (ENS) akibat rugi daya pada jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV sebesar 4,38 gigawatt-hour (GWh) per tahun.

Menurut Yogi, keberhasilan tahap energize merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tim PLN, mitra hingga pemangku kepentingan terkait.

“Proyek ini juga tidak lepas dari dukungan PLN UIW NTB, UP2B NTB, UPT Mataram, ULTG Lombok Barat, Pemerintah Daerah, aparat keamanan, Kejaksaan Tinggi NTB, BPN, serta masyarakat setempat. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan proyek ini,” tambahnya.