“Saya minta para camat bersama kepala desa untuk awasi pelaksanaan di lapangan. Sehingga program CSR Bank NTT ini dapat memberikan dampak positif dan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Matim,” kata Bupati Agas.

Ia juga meminta kepada masyarakat kabupaten Matim untuk bisa menabung dan memanfaatkan jasa layanan Bank NTT. Selain itu meminta pihak Bank NTT untuk buka kantor pelayanan di wilayah Wukir, kecamatan Elar Selatan. Sebab warga merindukan adanya lembaga Bank di wilayah itu.

Kepala Bank NTT Cabang Borong, Machsi Y. H. Tasekeb, menjelaskan bahwa bantuan CSR dari Bank NTT ini sebetulnya atas dasar permintaan Pemda Matim melalui surat Bupati Matim sebagai salah satu pemegang saham kepada Direksi Bank NTT pada 21 Juli 2025. Peruntukan CSR itu adalah program sambungan listrik.

“Pada prosesnya, surat dari Bupati itu mendapat persetujuan dari Direksi dengan nilai CSR Rp 330.400.000. Surat persetujuan ini kami dapat pada akhir Agustus 2025. Peruntukan CSR ini, sambungan baru listrik bagi 152 rumah tangga miskin di Kabupaten Matim,” jelasnya.