“Penggunaan smartphone memang bermanfaat, tapi juga bisa membuat anak kehilangan kendali dan menjadi pribadi yang tertutup. Kita ingin dorong pembatasan penggunaan smartphone pada jam tertentu, termasuk di sekolah. Jika efektif, hal ini akan kami atur melalui Peraturan Gubernur ataupun regulasi lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan mendorong anak-anak untuk lebih banyak terlibat dalam kegiatan positif, seperti membaca, olahraga, dan kegiatan sosial yang memperkuat karakter serta kemampuan berpikir kritis.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya kehadiran figur orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Faktor ekonomi memang memengaruhi, tetapi kesibukan kerja tidak boleh membuat anak kehilangan perhatian dari orang tuanya. Anak-anak perlu merasakan kasih dan kehadiran keluarga,” jelasnya.
Gubernur Melki Laka Lena juga memberikan pesan motivasi kepada seluruh peserta program Nona Hebat, agar terus bermimpi dan memperjuangkan cita-citanya.
“Semua anak punya hak untuk bermimpi. Jadilah pribadi yang jujur, rajin belajar, dan aktif dalam kegiatan positif. Mulailah dari mendengar nasihat orang tua dan guru, membaca, dan diatas semuanya itu berserah kepada Tuhan dan terus berdoa. Karena dari hal-hal tersebut, akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan NTT,” katanya.



Tinggalkan Balasan