Sementara itu, Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai ini merupakan langkah nyata dalam menghadapi musim hujan yang mulai tiba. Kegiatan ini dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan perkotaan agar tetap bersih dan tertata.

Ia menjelaskan bahwa tema ‘Bersih Sungai’ dipilih karena sungai memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan. Sejak masa lampau, peradaban dan permukiman manusia selalu berkembang di sekitar sungai, sebab air merupakan sumber utama bagi keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai berarti menjaga sumber kehidupan agar tetap sehat dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Parlinggoman menekankan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih membantu menekan penyebaran penyakit dan turut mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, diharapkan kebersihan sungai dapat terjaga sehingga daya tampung dan aliran air meningkat, serta risiko banjir dapat diminimalkan menjelang musim hujan.