Lebih lanjut, Gubernur Melki juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTT yang saat ini berada di peringkat ke-35 dari 38 provinsi di Indonesia.

Ia menilai rendahnya kualitas pendidikan menjadi salah satu penyebab utama dan merupakan tantangan serius yang harus segera diatasi.

“Kami membutuhkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif dari kegiatan ini, agar dapat menjadi bekal bagi kami dalam memperbaiki kualitas pendidikan di NTT saat ini,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya pengembangan tiga pilar utama dalam sistem pendidikan di NTT, yaitu keunggulan akademik, karakter moral yang kuat, dan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship).

Ia berharap SPI Pendidikan tidak hanya menjadi instrumen evaluatif, tetapi juga bersifat adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan di setiap jenjang pendidikan serta kondisi wilayah yang beragam.

“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, KPK, dan partisipasi aktif masyarakat, SPI Pendidikan harus menjadi katalisator bagi kemajuan pendidikan Indonesia, khususnya di NTT,” tegas Gubernur Melki.