“Anda merencanakan dengan baik. Anda punya perencanaan yang baik. Dari pada ajak kawin, tahu-tahu nggak punya rumah, repot. Nanti numpang di orang tua lagi. Jadi ternyata anda sebagai guru punya perencanaan yang baik. Selamat, terima kasih. Dan terima kasih Bank NTT, telah melancarkan semuanya itu,” kata Presiden Prabowo.
Pada kesempatan yang sama, Bank NTT turut melaksanakan akad massal secara simbolis terhadap 10 debitur KPR FLPP bersubsidi.
Para debitur berasal dari lima wilayah berbeda dan didampingi langsung oleh pimpinan cabang masing-masing, yakni dari Kantor Cabang Khusus (KCK) Kupang, Labuan Bajo, Soe, Rote Ndao, dan Atambua.
Selain akad, penyerahan kunci rumah juga dilakukan secara simbolis kepada para penerima manfaat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo karena tidak menepati janji awal yang disepakati.
“Saya minta maaf, Pak Presiden, karena saya janji hanya 25.000 unit. Tapi ternyata justru hari ini kita realisasikan 26.000 unit. Ini karena semangat luar biasa dari Tapera dan seluruh bank penyalur,” ujar Ara, sapaan akrabnya.



Tinggalkan Balasan