“Pemandangannya sangat indah.Jalannya,tikungannya, lintasannya luar biasa, apalagi etape Tanarara-Waingapu yang melintasi punggung bukit dengan tebing di sisi kiri,kanan jalan yang sempit, ditambah angin yang kencang menjadi tantangan sendiri.Tapi kami menikmati dan alhamdulilah kami sukses melintasinya,” tutur Agung yang tinggal di Jember dan sebagian temannya di Tulung Agung.
Agung dan timnya berharap event balap sepeda internasional Tour De EnTeTe berlanjut tahun depan, jika perlu ditingkatkan ke UCI.
“Pengalaman dan kesannya selama etape Timor dan Sumba luar biasa.Mudah-mudahan tahun depan dilanjutkan dan ditingkatkan ke UCI,” katanya. (*/ab)
Halaman



Tinggalkan Balasan