Dalam sambutan sebelum melepas para pembalap, Wabup Kamilus mengatakan, balap sepeda tidak sekadar roda sepeda berputar di badan jalan tapi menorehkan sejarah yang tetap dikenang. Kehadiran rider di TTU adalah satu kehormatan bagi masyarakat TTU.
Dalam pesta olahraga balap sepeda ini, katanya, jalan tajam dan terjal membawa nilai perjuangan. Dan, event ini meningkatkan persaudaraan tanpa batas negara. Dia menyampaikan selamat bertanding kepada para pembalap dan selamat menikmati panorama alam TTU.
Laju sepeda pada pembalap terus dipacu menyusuri tanjakan tajam dan panjang di Kiuafot, Runpene, namun penuh perjuangan para pembalap bisa melewati walau ada pembalap yang jatuh di turunan tajam Manamas dan dirawat tim medis. Pada tanjakan pertama yang tajam dan panjang, pembalap Timor Leste tertinggal di belakang sedangkan 9 pembalap dari Perancis, Belanda, Indonesia terus memimpin di garis depan. Dan, lainnya berada di tengah rute dengan jarak tempuh 144,7 kilometer.
Para pembalap terus berjuang untuk menyelesaikan etape II tersebut dan dalam perjalanan tiga pembalap atas nama Alzidan Faris Raqila asal Solo, Jawa Tengah, Ridho dari Pontianak dan Mr.Rench Michael Avarca Bondoc asal Filipina jatuh di lintasan sebelum Wini dan dilarikan ke UGD Puskesmas Wini.



Tinggalkan Balasan