Bagi NTT, ini bukan sekadar lomba olahraga. Dari tarian tradisional yang membuka acara hingga lintasan yang menyajikan panorama alam dan budaya, Tour de EnTeTe dirancang sebagai pesta identitas: sport, pariwisata, dan kebanggaan lokal berkelindan. “Mari kita jadikan Tour de EnTeTe bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momen persaudaraan,” kata Gubernur Melki.

Malam sebelumnya, Selasa (9/9/2025), alun-alun Kantor Gubernur berubah jadi panggung pembukaan yang semarak. Hadir Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD Emilia J. Nomleni, mantan Wakil Gubernur Josef Nae Soi, senator Abraham Paul Liyanto dan Angelo Wake Kako, hingga jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka menjadi penanda dukungan penuh lintas sektor dari pemerintah, komunitas lokal, hingga sponsor, agar event ini berjalan mulus.

”Terima kasih untuk jajaran Kepolisian, Polda NTT dan seluruh Polres dan Polsek se NTT yang turut mengawal semua rute yang dilalui para pembalap. Juga terima kasih untuk Kementrian PUPR dan jajaran Balai Jalan Nasional yang menjaga kualitas jalan yang dilalui para pembala,” sebut Gubernur Melki usai mengibarkan bendera start Tour de EnTeTe.